Kamis, 22 Desember 2011

Bimbingan Konseling Di SD


PENDAHULUAN

Setiap orang pasti memiliki masalah, termasuk anak-anak. Sebagai guru kita harus dapat membantu siswa dalam menyelesaikan masalahnya. Karena siswa yang memiliki masalah cenderung dapat mempengaruhi perkembangan diri dan tingkah laku si anak.
Guru harus memahami perkembangan anak didiknya, karena itu akan mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran di sekolah. Perkembangan siswa SD meliputi aspek fisik, kecerdasan, emosi, sosial, dan kepribadian. Dan kita mengetahui bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu diperlukannya data dan pemahaman yang memadai terhadap setiap siswa.
            Untuk mengetahui apa masalah yang sedang anak hadapi dan perubahan yang terjadi pada anak, guru perlu melakukan suatu teknik, agar si anak mau menceritakan masalah yang sedang ia hadapi. Misalnya dengan melakukan observasi, wawancara, dan membuat catatan anekdot.
            Dalam melakukan suatu observasi diperlukan pedoman agar guru lebih mudah dan terarah dalam mengamati perkembangan diri anak. Wawancara dilakukan untuk melakukan pendekatan kepada anak agar dia mau menceritakan masalah yang sedang dialaminya. Dalam melakukan wawancara ini, sebelumnya guru sudah harus merencanakannya dan membuat catatan tentang apa saja yang nanti akan dipertanyakan kepada anak tersebut. Sedangkan catatan anekdot diperlukan untuk mumudahkan guru memahami perkembangan anak, sebab gejala tingkah laku anak, dan memudahkan guru menyesuaikan diri dengan kebutuhan siswa

 PEDOMAN OBSERVASI
            Observasi adalah suatu cara untuk merekam secara langsung, atau tidak langsung kegiatan-kegiatan yang sedang terjadi. Untuk melaksanakan teknik observasi ini, guru dapat menggunakan pedoman observasi yang berbentuk cek.
            Di sekolah-sekolah, khususnya sekolah dasar, observasi dapat dilihat dari kegiatan anak ketika di dalam kelas dan di luar kelas. Di sini kami telah menyusun pedoman untuk mengobservasi kegiatan siswa pada saat di kelas maupun di lingkungan sekolah.
 
Sasaran Observasi
Di Dalam Kelas
Di Lingkungan Sekolah
Tingkah Laku
Keaktifan
Keadaan Fisik
Tingkat Kecerdasan
Disiplin
Cara Berteman
Disiplin
Tingkah Laku
Mengantuk
Menjawab pertanyaan
Gangguan penglihatan
Kemampuan siswa dalam menerima pelajaran
Mematuhi peraturan
Membentuk gank tertentu
Sopan-santun
Sering mengganggu teman
Suka mengganggu teman
Memberikan tanggapan
Gangguan pendengaran
Managemen kelas
Cara berpakaian
Pilih-pilih teman
Toleransi
Kejujuran
Melamun
Mencatat pelajaran
Tinggi badan
Ketrampilan
Kehadiran
Suka berantam
Mematuhi tata tertib sekolah
Mudah terpengaruh
Tidak mau tahu
Mengerjakan tugas
Kesehatan siswa

Sopan-santun
Sulit bersosialisasi

Mudah tersinggung
Kejujuran
Mengerjakan PR


Mematuhi tata tertib sekolah
Permainan yang dilakukan


Perhatian
Rasa ingin tahu


Melaksana- kan tugas piket



Semangat
Pemahaman






Kerjasama
Berani mengungkap-kan pendapat














Kerja sama yang dimaksudkan adalah bagaimana kerja sama anak dalam melakukan diskusi, misalnya. Apakah anak mau berbagi ilmu yang dimiliki, apakah anak dapat menjalin kerja sama dengan temannya yang lain, dan lain sebagainya. Kerja sama di sini bukan berarti bekerja sama dalam mengerjakan ujian, tetapi lebih ke arah yang positif.
            Masalah tinggi badan yang diobservasi adalah bagaimana pemempatan bangku yang akan diduduki siswa. Misalnya anak yang tinggi di tempatkan agak ke belakang, dan yang lebih pendek di letakkan di depan. Semua itu harus dikondisikan dengan sebaik-baiknya.
            Di dalam memanejemen kelas, guru harus dapat mengkondisikan kelas dengan sebaik mungkin. Misalnya anak yang pintar duduk dengan anak yang kurang pintar.

DIALOG WAWANCARA
Tema   : Seorang anak yang akhir-akhir ini sering terlambat datang ke sekolah.
Situasi : Seorang anak SD kelas 5 yang bernama Putra. Akhir-akhir ini selalu terlambat tiba
              ke sekolah. Beribu  alasan selalu dilontarkanya. Hingga pada suatu saat wali kelas
              berencana untuk menanyakan masalah yang dialami oleh Putra.

Pada saat bel istirahat berbunyi dan teman-teman lainnya berduyun-duyun keluar kelas, termasuk Putra.
Ibu Guru      : Putra, cobalah ke mari sebentar…(sambil merangkul Putra)
Putra             : Ada apa bu ? (sambil menuju ke meja guru)
Ibu Guru      :  Nggak ada apa-apa, ibu cuma pengen ngobrol-ngobrol aja sama Putra. Cobalah Putra bilang dulu, sudah berapa hari Putra terlambat ? Ibu lupa nih…
Putra             :  Berapa hari ya bu…? (sambil mikir)
                        Kalau nggak salah sih bu uda lima hari.
Ibu Guru      :  Kenapa Putra bisa terlambat ?
Putra             : Sebenarnya kan bu, Putra nggak pengen terlambat. Putra sudah usahain supaya nggak terlambat. Tapi…(Putra pun terdiam dan menundukkan kepalanya)
Ibu Guru      : Tapi kenapa sayang ? Cerita aja sama ibu..
Putra             : Tapi…tapi….bu…
Ibu Guru      :  Putra percayakan sama ibu ?
Putra             :  (Tiba-tiba Putra menangis) Gini lho bu, kemarin ibu Putra masuk rumah sakit. Di rumah putra anak yang paling besar. Putra punya dua orang adik. Jadi selama ibu Putra di rumah sakit. Putra harus ngurusin adik Putra dulu sebelum pergi ke sekolah.
Ibu Guru      : Emangnya adik Puta kelas berapa, kok masih diurusin ?
Putra             :  Si Ani masih TK dan si Andi masih kelas satu SD. Jadi kalau pagi biasanya diurusi sama ibu Putra. Karena ibu Putra di rumah sakit dan bapak jagain ibu, jadinya Putra deh yang harus ngurusin adik.
Ibu Guru      :  O..gitu…Emangnya nggak ada yang bisa bantuin Putra untuk ngurusin adik ya?
Putra             :  Nggak ada bu…
Ibu Guru      : Oya uda, Putra nggak usah sedih lagi. Begini aja, gi mana kalau sehabis makan malam Putra ajari adik putra untuk nyusun loster, trus Putra siapin deh baju yang mau dipakai besok, sekalian semua perlengkapan yang diperlukan untuk sekolah besok. Nah, pagi-paginya Putra bangunnya lebih pagi, trus tinggal mandi dan sarapan deh. Jadi Putra nggak terlambat lagi ke sekolah.
Putra             :  O…gitu ya bu…(sambil tersenyum)
                        Tapi bu…apa Putra bisa…Putrakan  nggak biasa bangun pagi-pagi..
Ibu Guru      : Ibu yakin, Putra kan anak yang rajin. Pasti Putra bisa…Percaya sama ibu…
Putra             : Putra coba deh bu…makasih ya bu…
Ibu Guru      : Sama-sama sayang. Ibu do’ain semoga ibu Putra cepat smbuh dan Putra nggak terlambat lagi deh…

CONTOH PERISTIWA ANEKDOT

Catatan anekdot adalah catatan yang menggambarkan tingkah laku siswa atau kejadian/peristiwa dalam situasi yang khusus. Di mana peristiwa yang terjadi tidak biasanya dilakukan oleh siswa.
            Di sini kami akan mencoba memaparkan beberapa contoh peristiwa yang masuk ke dalam catatan anekdot.


Catatan Anekdot I
Nama siswa                 : Tasya
Kelas                           : 3
Tanggal observasi        : 15 Maret 2006
Permasalahan              : “Kemasukan”makhluk halus
Peristiwa                     : Pada pukul 11.00 WIB semua kelas 3 mengikuti pelajaran jam ke 4. ketika guru asik menerangkan pelajaran, tiba-tiba Tasya mengancungkan tangannya dan permisi ingin ke toilet. Setelah di izinkan oleh bu guru Tasya pun pergi ke toilet sendirian. Tak beberapa lama kemudian Tasya pun kembali ke kelas. Namun ketika masuk ke kelas wajahnya terlihat pucat dan tatapan matanya kosong. Dan waktu di tanya sama gurunya dia tidak menjawab dan hanya diam membisu.









Catatan Anekdot II
Nama siswa                 :  Yani
Kelas                           :  6
Tanggal observasi        :  23 Juli 2007
Permasalahan              :  Diperkosa oleh pamannya
Peristiwa                     : Yani adalah anak yang cerdas dan ceria. Namun, tiba-tiba pada hari Senin, tepatnya tanggal 23 Juli 2007, terjadi perubahan yang drastis pada Yani. Dia suka menyendiri dan pendiam. Dan anehnya lagi kalau ada teman laki-lakinya mendekatinya, mukanya langsung pucat dan trus melarikan diri .

Catatan Anekdot III
Nama siswa                 : Nita
Kelas                           : 5
Tanggal observasi        : 7 September 2007
Permasalahan              : Siswa yang baru mengetahui bahwa dirinya terjangkit penyakit Leukimia dan di vonis oleh dokter umurnya 3 bulan lagi. Selama ini orangtuanya merahasiakan hal itu. Dan ternyata dengan tidak disengaja di mendengar cerita orangtuanya itu.
Peristiwa                     : Pada pukul 08.00 WIB semua kelas 5 bersiap-siap untuk memulai pelajaran. Namun ketika ibu guru masuk keruangan ada hal lain yang terlihat di wajah Nita. Matanya bengkak, seperti habis menangis. Ketika ibu guru menerangkan pelajaran, tampak pikiran Nita yang melayang entah kemana. Dan ketika istirahat pun dia hanya berdiam diri di kelas. Sambil menundukkan kepalanya. Mukanya terlihat pucat. Kalau diajak temannya bermain dia menolak.


KESIMPULAN

*          Observasi adalah suatu cara untuk merekam secara langsung, atau tidak langsung kegiatan-kegiatan yang sedang terjadi.
*          Dalam melakukan kegiatan observasi diperlukan pedoman agar lebih terarah.
*          Catatan anekdot adalah catatan yang menggambarkan tingkah laku siswa atau kejadian/peristiwa dalam situasi yang khusus.
*          Dalam wawancara tidak boleh memaksakan siswa untuk menceritakan masalah yang sedang dialaminya.
*          Pertanyaan yang diungkapkan pada wawancara harus dapat memancing siswa bercerita yang sesungguhnya dan hindari pertanyaan yang jawaban singkat.
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar