Rabu, 29 Juni 2011

RINGKASAN APA BENTUK KOMITMEN SAYA KEPADA ISLAM Karya Fathi Yakan


I.       Pengantar Bagian Pertama Apa Bentuk Komitmen Saya Kepada Islam
Sifat-sifat paling signifikan yang harus dimiliki oleh setiap muslim agar pilihannta menjadi seorang muslim menjadi benar dan tulus adalah :
1.      Saya harus mengislamkan aqidah saya
Ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu :
·         Percaya (beriman) bahwa pencipta alam raya ini adalah Tuhan yang Maha Bijaksana, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dan Maha Hidup. (Q. S. Al-Anbiya’ : 22)
·         Percaya (beriman) bahwa Allah yang Maha Tinggi tidak menciptakan alam raya ini secara main-main dan tanpa tujuan. (Q. S. Al-Mukminun : 115-116)
·         Percaya (beriman) bahwa Allah telah mengutus para Rasul dan menurunkan kitab-kitab suci sebagai sarana agar manusia mengenal-Nya sekaligus menjelaskan tujuan penciptaan diri mereka, asal-usul, dan tempat kembali mareka. (Q. S. An-Nahl : 36)
·         Percaya (beriman) bahwa tujuan dari keberadaan manusia di dunia adalah mengenal Allah dengan sifat-sifat yang diterangkan langsung oleh-Nya. (Q.S. Adz-Dzariat : 56-58)
·         Percaya (beriman) bahwa orang mukmin yang taat akan mendapat balasan syurga dan orang kafir yang bermaksiat akan mendapat balasan neraka. (Q.S Asy-Syura : 7)
·         Percaya (beriman) bahwa manusia melakukan amal yang baik dan buruk dengan pilihan dan kehendaknya sendiri. (Q.S Asy-Syam : 7-10)
·         Percaya (beriman) bahwa Allah yang berhak membuat hukum dan siapapun tidak boleh melanggarnya. (Q.S. Asy-Syura : 10)
·         Berusaha mengenal Allah dengan mengetahui nama-nama dan sifat-sifat yang sesuai dengan kebesaran-Nya.
·         Berusaha memikirkan makhluk Allah dan tidak memikirkanDzat-Nya.
·         Mengenal sifat-sifat Allah melalui Al-Qur’anul Karim.
·         Yakin bahwa pendapat generasi sala lebih layak diikuti untuk menyelesaikan masalah ta’wil dan ta’til (menafikan sifat-sifat Allah), dan menyerahkan pengetahuan atau makna sifat-sifat tersebut kepada Allah.
·         Harus menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan apapun. (Q.S. An-Nahl : 36)
·         Hanya takut kepada Allah dan tidak pernah takut kepada apapun selain-Nya. (Q.S An-Nur : 52, Al-Mulk : 12)
·         Selalu mengingat Allah dan senantiasa berzikir pada-Nya. (Q.S Ar-Ra’d : 28, Az-Zukhruf : 36-37)
·         Cinta kepada Allah yang membuat diri semakin rindu kepada keangungan-Nya dan hati mereka terpaut dengan-Nya. (Q.S At-Taubah : 24)
·         Bertawakal kepada Allah dalam segala urusan dan menyerahkannya kepada Allah. (Q.S Ath-Talaq : 3)
·         Bersyukur kepada Allah atas segala nikmat, karunia, dan rahmad-Nya. (Q.S An-Nahl : 78, Yasin : 33-35, Ibrahim : 7)
·         Selalu memohon ampun kepada Allah. (Q.S An-Nisa’ : 110, Ali-Imran : 135-136)
·         Selalu merasa diawasi oleh Allah. (Q.S Al-Mujadillah : 7)

2.      Saya harus mengislamkan ibadah saya
Yaitu bentuk kepasrahan total  dan merasakan keagungan Dzat yang disembah (Allah). Ada beberapa tuntutan yang harus dipenuhi, yaitu :
·         Menjalankan ibadaj dengan penuh makna dan tersambung dengan Allah.
·         Melakukan ibadah dengan khusyu.
·         Melakukan ibadah dengan hati yang selalu hadir dan lepas dari segala bentuk kesibukan serta intrik duniawi yang ada disekitarnya.
·         Melakukan ibadah dengan perasaan kurang dan kurang sehingga tidak pernah puas dan dengan perasaan lapar sehingga tidak pernah kenyang.
·         Berusaha selalu mengerjakan shalat malam dan melatih diri untuk konsisten dalam melaksanakan hingga menjadi kebiasaan. (Q.S Al-Muzzammil : 6, Adz-Dzariat : 17-18, As-Sajdah : 16)
·         Meluangkan waktu khusus untuk memperlajari dan merenungkan Al-Qur’an.  (Q.S Al-Isra’ : 78, Al-Hasyr ; 21)
·         Menjadi doa sebagai tangga menuju Allah dalam setiap urusan, karena doa adalah intisari ibadah.

3.      Saya harus mengislamkan akhlak saya
Moral (akhlak) adalah tujuan dari risalah Islam (Al-Hajj : 41, al-Baqarah : 177). Akhlak mulia adalah bukti dan buah dari keimanan yang benar. Akhlak memiliki kadar yang paling berat dalam timbangan menusia pada hari kiamat. Akhlak mulia adalah implementasi berbagai bentuk ibadah dalam islam (Al-Ankabut : 45). Ada beberapa sifat penting yang harus dimiliki oleh seseorang agar menjadi muslim sejati dalam berakhlak, yaitu :
·         Menjaga diri dari sesuatu yang haram dan berhati-hati terhadap sesuatu yang syubhat.
·         Menjaga pandangan (An-Nur : 30)
·         Menjaga ucapan
·         Malu, yaitu pembawaan yang memdorong manusia agar meninggalkan segala sesuatu yang buruk dan mencegahnya dari mengabaikan hak orang lain.
·         Lapang dada dan sabar (Asy-Syura : 43, Al-Hijr : 85, An-Nur : 22, Al-furqan : 63
·         Jujur
·         Rendah hatoi (tawadhu’)
·         Menghindari prasangka buruk, ghibah, dan tidak mencari-cari kesalahan orang lain (Al-Hujarat : 12, Al-Ahzab : 58)
·         Murah hati dan dermawan (Al-Baqarah : 3, 272)
·         Menjadi teladan yang baik bagi orang lain.

4.      Saya harus mengislamkan keluarga dan rumah tangga saya
(Asy-Syu’ara ; 213-215, At-Tahrim : 6). Ada beberapa tuntutan yang harus dipenuhi, yaitu :
a.       Tanggung jawab atas pernikahan, yaitu :
Ø  Pernihakan harus didasari niat karena Allah. (Ali-Imran : 34)
Ø  Selektif dalam mejatuhkan pilihan kepda wanita yang akan dipersunting sebagai  pendamping hidup dan teman perjalanan di dunia.
Ø  Memilih calon istri yang memiliki akhlak yang baik dan shalihah, meskipun kurang dalam segi harta dan kecantikannya.
Ø  Selalu berhati-hati agar tidak melanggar perintah Allah, menjaga diri dari murka dan balasan-Nya.
b.      Tanggunga jawab setelah menikah, yaitu :
Ø  Berbuat baik kepada istri dan mempergaulinya dengan cara baik sehingga terbangun kepercayaan di anatar keduanya.
Ø  Terbangun kesamaan pikiran, semangat, dam emosi. (Thahaa : 132, Maryam : 55)
Ø  Semua hubungan yang terjalin dengan istri harus senantiasa sejalan dengan ajaran syariat.
c.       Tanggung jawab suami-istri dalam mendidik anak, yaitu melahirkan keturunan yang shalih (Al-Furqan : 74)

5.      Saya harus mampu mengalahkan nafsu saya (Asy-Syams : 7-10)
a.       Dalam menghadapi nafsu, manusia terbagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
1)      Kelompok I   : orang yang dapat mengalahkan nafsunya (maksum)
2)      Kelompok II : orang yang dikuasi oleh hawa nafsunya (Al-Jatsiyah : 23)
3)      Kelompok III : orang yang selalu berusaha keras mengontrol diri dan melawan      nafsunya
b.      Faktor-faktor yang menunjang keberhasilandalam melawan musuh.
Ø  Hati, yaitu apabila hati tetap hidup, ;embut, jernih, keras, dan bercahaya (Al-Anfal : 2, Al-Hajj : 46, Muhammad : 24)
Ø  Akal, yaitu akal yang dpat memandang dengan jernih, paham, dapat membedakan hal yang baik dan buruk. (Fathir : 28)
c.       Bentuk-bentuk kekalahan dalam melawan nafsu, yaitu ketia hati manusia mati atau keras, dan ketika cahaya akal manusia padam atau menyimpang. (Al-Mujadilah : 19, Al-A’raf ; 16-17. Bahaya paling besar yang dihadapi oleh oaring-orang yang kalah melawan setan adalah penyakit waswasah (gangguan yang membuatnya ragu-ragu). (Al-Hasyr 16)
d.      Cara-cara membentengi diri dari godaan syaitan adalah :
ü  Tamak dan berprasangka buruk dilawan dengan qana’ah dan percaya.
ü  Cinta kehidupan dunia dan angan-angan dilawan dengan rasa takut  dan kematian yang dating tiba-tiba.
ü  Suka santai dan mencari kesenangan dilawan dengan keyakinan nikmat akan sirna dan timbangan yang buruk ketika menghadap Allah.
ü  ‘Ujub (membangkan diri) dilawan dengan yakin akan anugrah Allah dan takut menerima akibat yang buruk.
ü  Menganggap rendah dan tidak menghormati orang lain dilawan dengan mengenali hal dan kehormatan mereka.
ü  Hasad (dengki) dilawan dengan qana’ah dan ridha dengan nasib setiap makhluk yang telah ditentukan Allah.
ü  Riya’ dan mengharap pujian dari orang lain dilawan dengan ikhlas.
ü  Kikir dilawan dengan keyakinan bahwa semua yang ada ditangan manusia akan sirna sedangkan apa yang ada di sisi Allah akab kekal abadi.
ü  Sombong dilawan dengan rendah hai (tawadhu’)
ü  Tamak dengan dunia dilawan dengan keyakinan apa yang ada si sisi Allah dan zuhud terhadap apa yang dimiliki oleh manusia.
Sarana untuk membentengi diri dari godaan syaitan dan tipu daya iblis adalah mengingat Allah (zikir), menghinsari kekenyangan sekalipun dari makanan yang halal dan bersih (Al-A’raf : 31, membaca Al-Qur’an, istighfar, zikir kepada Allah, tidak tergesa-gesa dan berhati-hati dalam melakukan segala urusan. (Al’-A’raf : 201)

6.      Saya harus yakin bahwa hari esok miliki Islam
Yaitu mengimani Islam sebagai jalan hidup harus mendorong pada tingkat keyakinan bahwa masa depan adalah milik Islam. Islam adalah satu-satunya manhaj yang sesuai dengan segala kebutuhan dasar manusia, dan dapat menyelaraskan antara tuntunan jiwa dan materi pada manusia (Al-Mulk : 14)
Yakin dengan kelemahan system buatan manusia
Kita harus mengetahui sabaik-baiknya batas kelemahan dan kegagalan yang dialami oleh system-sitem positif buatan manusia di sentero dunia -baik kapitalisme, demokrasi, liberalism, sosialisme, manupun komunisme – karena sifat buatan manusia terbatas, lemah, serba kekurangan, dan temporer.

II.    Apa Bentuk Komitmen Saya Kepada Harakah Islmiyah
1.      Saya harus mempersembahkan hidup saya untuk Islam
Manusia terbagi menjadi tiga golongan, yaitu :
1)      Sebagian manusia mengabdikan hidupnya hanya untuk kehidupan dunia.
Mereka adalah kaum materialis. (Al-An’a, : 29, Al-Jatsiyah : 24)
2)      Ada manusia yang hidupnya tidak jelas.
Mereka memiliki keyakinan yang labil dan banyak melakukan penyimpangan, tetapi menganggap semua yang dilakukannya benar dan baik.
3)      Manusia yang menganggap kehidupan dunia sebagai ladang baik kehidupan akhirat.
Mereka adalah orang-orang benar-benar beriman, mengerti hakikat hidup, dan nilai dunia dibandingkan nilai akhirat (Al-An’an : 32), dunia tidak membuatnya lalai dan terlena  dari tujuan besar hidupnya (Adz-Dzariyat : 56)
4)      Bagaimana cara mengabdikan hidup untuk Islam ?
Agar hidup kita benar-benar terarah di jalan Islam dan untuk Islam, maka kita harus mengetahui dan komitmen dengan beberapa hal, yaitu :
ü  Mengerti tujuan hidup (Adz-Dzariyat : 56)
ü  Mengetahui nilai dunia jika dibandingkan dengan nilai akhirat (At-Taubah : 38)
ü  Mengetahui bahwa mati adalah sebuah kepastian dan mau mengambil nasihat darinya (Ar-Rahman : 26-57. Ali Imra : 185)
ü  Mengetahui hakikat Islam dengan berusaha memahami (tafaqah), belajar (ta’allum), dan mengerti segenap prinsip aqidah, hokum, hal-hal yang halal dan haram (Tha-Haa : 114)
ü  Mengetahu hakikat jahiliah dengan memahami segenap pemikiran, aliran, dan strateginya.
5)      Karakter manusia yang mengabdikan hidup untuk Islam
Karakteristik tersebut antara lain :
·         Memiliki komitmen konkrit terhadap Islam (Al-“Ashr : 3, Al-Baqarah : 44, Ash-Shaff : 3)
·         Memberi perhatian terhadap kemaslahatan Islam.
·         Teguh memegang kebenaran dan percaya kepada Allah (Al-Munafiqun : 8, Ali Imran : 139)
·         Komitmen dengan perjuangan Islam dan bekerja sama dengan sesame aktivis. (Al-Qashash : 35, Al-Maidah : 2)

2.      Saya harus meyakini kewajiban berjuang untuk Islam
Berjuang untuk Islam yakni membangun kepribadian yang mengimplementasikan Islam, baik aqidah maupun akhlak. Alas an keharusan berjuang untuk Islam dan kedudukannya sebagai kewajiban taklifu, bukan kegiatan suka rela adalah :
a.       Wajib dari segi prinsip, yaitu memperjuangkan Islam adalah wajib karena merupakan alas an pembebanan taklif kepada seluruh manusia, mulai para Nabi dan Rasul, lalu seluruh manusia (Al-‘Ashr : 1-3, Al-Maidah : 67, Al-Baqarah : 159)
b.      Wajib dari segi hukum, yaitu memperjuankan Islam karena terhentinya hakimiyatullah (ajaran Allah sebagai referensi hokum)di bumi dan dominasi undang-undang dan hokum positif  buatan manusia atas seluruh Negara dan bangsa, mengharuskan umat islam berjuang membangun masyarakat Islami dan memulai kehidupan islami kembali, serta mengembalikan manusia pada aturan-aturan Allah (An-Nisa’ : 65, Asy-Syura : 10. Al-Maidah : 44,45,47)
c.       Wajib secara darurat, yaitu dalam menghadapi setiap tantangan modern dan komspirasi musuh-musuh Islam (An-Anfal : 39)
d.      Wajib dalam skala individu dan kolektif, yaitu memperjuangkan Islam adalah tanggung jawab indivisual yang sederajat dengan semua kewajiban dan tanggung jawab agama lainnya (Al-Muddatsir : 38, Maryam : 95, Al-Isra’ : 7). Dari sudut pandang perjuangan Islam menjadi kewajiban individu, maka dari segi tanggung jawab operasional pergerakan dianggap sebagai kewajiban kolektif, hal itu dikarenakan :
-          Beban perjuangan Islam terlalu besar untuk dipikul oleh satu orang.
-          Langkah-langkah Rasulullah SAW yang berdakwah dengan membangun jama’ah.
-          Jalan perjuangan Islam penuh dengan onak dan duri dan diselimuti dengan berbagai bentuk penderitaan (Al-Maidah : 2)
e.       Orang yang berjihad pada hakikatnya berjihad untuk kebaikan dirinya sendiri, karena dapat membersihkan diri dan menyucikan jiwa, serta mengerjakan sebagian dari hal Allah yang harus ditunaikan (Al-Ankabut : 6, Muhammad : 38, Al-Furqan : 44, Adz-Dzariyat : 55, Al-‘Ashr : 1-3, Al-Kahfi : 28, Ath-Tahlaq : 2-3, Al-Fath : 10)

3.      Harakah Islamiyah : tugas, karakteristik, dan bekal
a.       Tugas harakah Islamiyah
Tugas harakah Islamiyah yaitu mengarahkan manusia agar menyembah Allah, baik individu maupun kelompok melalui usaha membangun masyarakat islami yang mengadopsi hukum-hukum dan ajaran-ajarannya dari Al-Qur’an dan Sunah Rasulullah SAW.
Harakah Islamiyah adalah organisasi global dengan tujuan agar merangkul seluruh aktivitas islam di berbagai belahan dunia Islam.
Adapun tugas harakah Isamiyah adalah mewujudkan hal-hal berikut :
·         System pemerintahan internal sebagai realisasi dari firman Allah Q.S Al-Maidah : 49
·         System hubungan internasional sebagai realisasi dari firman Allah Q.S Al-Baqarah : 143
·         Sistem kehakiman sebagai realisasi dari firman Allah Q.S An-Nisa’ : 65)
·         System pertahanan dan kemiliteran sebagai realisasi dari firman Allah Q.S At-Taubah : 41
·         System ekonomi yang independen dalam mengatur kekayaan dan harta (An-Nisa’ : 5)
·         System pendidikan yang berusaha menghapus kebodohan dan kegelapan serta sesuai dengan pesan agung yang terkandung dalam Q.S Al-Alaq : 1
·         System keluarga dan rumah tangga sebagai realisasi dari firman Allah Q.S At-Tahrim : 6
·         System pembinaan individu dalam tingkah lakunya sebagai realisasi dari firman Allah Q.S Asy-Syams : 9
·         Semangat umum yang mencakup setiap lapisan umat, baik pemerintah maupun rakyat sebagai realisasi dari firman Allah Q.S Al-Qashash : 77
b.      Karakteristik prinsip harakah Islamiyah
ü  Rabbaniyyah
Persepsi, hokum, akhlak, adat, pemikiran harakah berasal dari agama Allah yang kekal dan risalah-Nya yang terakhir (Islam) (Al-An’am : 162)
ü  Independen
Yaitu harakah bersal dari kondisi nyata masyarakat muslim.
ü  Modern
Modernitas Islam mengajak manusia agar memanfaatkan hasil inovasi akal mereka dengan syarat tidak keluar dari batas-batas kemaslahatan dan kebaikan secara umum.
ü  Komprehensif
Yaitu dakwah tidak terbatas hanya untuk memperbaiki salah satu aspek kehidupan dan melupakan aspek-aspek lain.
ü  Menghindari permasalahan-permasalahan khalafiah dalam bidang fiqih
c.       Karakteistik pergerakan
·         Jauh dari kendali penguasa dan politisi
·         Bertahap, yaitu ta’arif (pengenalan), takwin (pembinaan), dan tanfidz (pelaksanaan).
·         Lebih banyak beramal dan berkarya daripada melakukan propaganda dan publikasi.
·         Taktik bernafas panjang, yaitu tidak tergesa-gesa dan terburu-buru dalam perjalanan dakwah yang panjang, amal dakwah yang berat, dan jihad yang sengit.
·         Terbuka dalam aktivitas dan tertutup dalam persiapan.
·         Uzlah secara maknawi bukan jasadi
Uzlah (isolasi) disini yaitu keunikan yang membedakan kelompok mukmin dan kelompok kafir. Aktivitas, pergerakan, interaksi, dan dakwah tidak boleh terisolasi dan menyendiri karena jika demikian maka semuanya akan terhenti. Da’I harus selalu berinteraksi dengan masyarakat untuk member pengaruh dan membersihkan.
·         Tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, yaitu :
-          Berbuat demi kebenaran tidak boleh diloakukan dengan cara-cara yang batil untuk mencapai tujuan dan sasaran, sekalipun cara batil itu hanya slogan atau ucapan (Al-Kahfi : 29)
-          Kebenaran adalah satu keutuhan yang tidak dapat dipisah-pisahkan (Al-Kafirun : 1-6)
-          Kebenaran harus diperjuangkan dengan kekuatan dan pengorbanan apapun (Thaha : 72-73)
-          Orang-orang yang memperjuangkan kebenaran harus sadar, waspada, dan menjaga dirinya dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan mengikuti petunjukkanya (Al-Maidah : 9)
-          Kebenaran adalah segala sesuatu yang dinyatakan oleh syariat.
d.      Bekal harakah Islamiyah
1.      Memiliki keimanan yang sangat dalam, kuat, suci, dan abadi kepada Allah (Ali-imran : 160)
2.      Keimanan yang mendalam kepasa manhaj (Al-Maidah : 15-16)
3.      Keimanan yang mendalam pada ukhuwah (Al-Hujarat : 10)
4.      Keimanan yang mendalam pada balasan (At-Taubah : 120)
5.      Percaya dengan diri sendiri.
6.      Jihad juga termasuk bekal kita (At-Taubah : 24)

4.      Saya harus memahami liku-liku perjuangan Islam dan alas an harus memilih harakah Islamiyah
Kita harus memahami mengapa kita berada di lingkungan harakah Islamiyah, mengetahui sarana-sarana perjuangan Islam.

5.      Saya harus memahami dimensi-dimensi dalam berkomitmen kepada harakah Islamiyah
a.       Dimensi ideologis (‘aqidy), yaitu keterikatan pada Allah dan mereka berhimpun karena-Nya. (Al-Fath : 10). Menjadi anggota Harakah Islamiyah artinya mengerahkan kekuatan individu untuk kepentingan jamaah, perbuatan yang jernih, bersih, dan suci.
b.      Dimensi keanggotaan sepanjang masa (mashiry), yaitu keberadaan anggota harus selaras dengan keberadaan jamaah dalam kondisi apapun (Al-Ankabut : 10-11, Al-Hajj : 11, Ali Imran : 146-148). Dakwah yang benar adalah disertai iman dan perbuatan, nasihat, sumbangan, dan pengorbanan (Muhammad : 31). Para pengikut harakah Islamiyah harus menjadi model di tengah masyarakat (Ar-Ra’d : 17). Ujian dalam kehidupan da’I berubah menjadi dalah satu unsur dalam proses seleksi dan sarana peningkatan dan pembersihan (Al-Anbiya’ : 35).  Di mana ujian seorang da’I adalah bujukan dan rayuan yang menggiurkan dan berbagai macam terror, intimidadi, dan penyiksaan.

6.      Saya harus memahami pilar-pilar perjuangan Islam
Ada tiga pilar yang mendukung keberhasilan perjuangan Islam yang harus diketahui oleh segenap aktivis, yaitu :
a.       Tujuan yang jelas, yaitu mengarahkan manusia agar menyembah Allah. (Adz-Dzariyat : 56)
b.      Jalan yang jelas, yaitu berjuang untuk Islam menerapkan syariat Allah di bumi ini.
c.       Tabiat perubahan, yaitu perubahan utnuk menolak akulturasi dengan nilai-nilai Jahiliyah dan system positif buatan manusia.
d.      Tabiat totalitas, yaitu memberikan seluruh potensi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan besar yang dicanangkan.
e.       Tabiat universalitas, yaitu perjuangan Islam harus menembus tingkat universal.
Jalan dakwah Rasulullah :
-          Mendeklarasikan penghambaan diri kepada Allah sejak hari pertama melakukan tanpa diselimuti kepura-puraan dan sikap plin-plan agar tujuan dakwah tampak jelas.
-          Membangun komunitas haraki
-          Melawan jahiliah secara total, tapi penuh perhitungan.

7.      Saya harus memahami syarat-syarat baiat dan keanggotaan
a.       Mengutamakan kualitas, bukan kuantitas.
b.      Masalah baiat dan hukumnya menurut Islam. Baiat adalah janji setia dan merupakan sunah Nabi
c.       Masalah ketaatan dan hukumnya menurut Islam. hukum taat adalah wajib selama bukan dalam perkara maksiat atau mendorong kepadanya (An-Nisa : 59)
d.      Rukun-rukun baiat
·         Al-Fahmu, yaitu meyakini bahwa fikrah kita adalah islami.
·         Al-Ikhlas, yaitu setiap ucapan, perbuatan, dan jihad seorang akh muslim hanya ditujukan untuk Allah
·         Al-‘Amal, yaitu memperbaiki diri sendiri, membangun keluarga muslim, membimbing masyarakat, membebaskan Negara, meluruskan pemerintahan dan berjuang membangun kempbali struktur global umat islam.
·         Al-Jihad
·         At-Tadhiyyah, yaitu mengorbnankan diri, harta, waktu, dan kehidupan serta segala sesuatu yang dimiliki untuk tujuan.
·         At-Tha’ah, ayitu mematuhi dan melaksanakan perintah.
·         Ats-Tsabat (teguh)
·         At-Tajarrud (totalitas), yaitu percaya dengan fikrah sacara total dan tidak tergoda dengan pemikiran atau ketokohan siapapun.
·         Al-ukhuwah, hati dan jiwa yang terikat dalam ikatan aqidah.
-     Ukhuwah mendukung ketaatan kepada Allah
-     Ukhuwah adalah manifestasi solidaritas jiwa.
-     Ukhuwah adalah manifestasi materi
-     Ukhuwah adalah tanggung jawab social
-     Ukhuwah adalah manifestasi kehangatan, cinta, dan tolong-menolong
-     Ukhuwah adalah manifestasi kecemburuan dan kesetiaan.
·         Ats-Tsiqah, yaitu jundi (anggota) manaruh kepercayaan kepada qiyadah (pimpinan)nya.
e.       Kewajiban-kewajiban seorang akh
1.      Mengamalkan wirid harisn
2.      Mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, juga mendengarkan, dan merenungkan makna-maknanya.
3.      Mengontrol kesehatan
4.      Tidak berlebihan mengkonsumsi minuman berkafein
5.      Peduli terhadap kebersihan
6.      Jujur dalam berbicara
7.      Menepati sumpah, janji, dan pernyataan.
8.      Berani dan tabah
9.      Tampil berwibawa dan selalu sungguh-sungguh
10.  Memiliki rasa malu yang kuat, peka, cepat terkesan dengan kebaikan maupun kejelekan.
11.  Adil
12.  Semangat tinggi dan melayani keperluan orang banyak.
13.  Memiliki hati yang penuh kasih saying, tebuka, dam lapang dada.
14.  Pandai membaca dan menulis.
15.  Memiliki profesi berorientasi profit.
16.  Jangan mau menjadi pegawai negeri
17.  Bersungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaan
18.  Sanggup menuntu hakmu dengan baik dan memenuhi hak orang lain
19.  Menjauhi perjudian
20.  Menghindari riba
21.  Turut serta mengembangkan kekayaan dunia Islam dengan mendukung produk dan sumber ekonomi Islam
22.  Berzakat dan berinfak
23.  Menabung
24.  Menyemarakkan tradisi Islam
25.  Memboikot mahkamah sipil dan pengadilan yang tidak sesuai dengan syariat islam
26.  Selalu merasa diawasi Allah
27.  Bersuci dengan baik dan menjaganya
28.  Melakukan shalat dengan baik
29.  Puasa di bulan Ramadhan dan melaksanakan haji
30.  Selalu menyertakan niat berjihad dan mencintai mati syahid.
31.  Senantiasa bertaubat dan mohon ampun kepada Allah.
32.  Berjihad melawan nafsu
33.  Menjauhi minuman keras
34.  Jangan berteman dengan orang yang suka berbuat dosa dan maksiat
35.  Memberantas tempat hiburan yang tidak sehat
36.  Kenali anggota katibahmu (kelompok) satu per satu dengan baik
37.  Melepaskan hubungan dengan setiap organisasi atau kelompok selama keberadaanmu di sana tidak emmberi dampak positif kepada fikrah, apalagi jika engkau disuruh untuk melepaskannya
38.  Berusaha menyebarkan dakwah




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar